Selamat Datang

Ini adalah Blog khusus untuk siswa-siswi Teknik Gambar Bangunan SMKN 3 Tegal yang berisi tentang materi pendukung mata pelajaran Arsitektur yang diambil dari Link yang berkaitan dengan Arsitektur dan Metode Menggambar Teknik.

Senin, 28 November 2011

SURVEY DAN PEMETAAN 
Pada Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMKN 3 Tegal terdapat mapel Mulok Survey dan Pemetaan yang diampu Bapak Fajari SPd dan Bapak Nurhadi, SPd.
Tujuan survei dan pemetaan adalah untuk menyajikan informasi secara kuantitatif dan telitidari permukaan bumi, dalam bentuk gambar (Materi Ilmu ukur wilayah).mencakup keadaan alam dan keadaan yang telah diubah oleh aktivitas manusia. Penyajian bentuk dipresentasikan dalam bentuk cetakan (hardcopy) atau dalam bentuk data digital ( soft copy) yang selanjutnya dapat diolahdengan komputer.
 
pengukuran  ini  dilakukan untuk keperluan pekerjaan teknik seperti irigasi, perpipaan, teknik lingkungan dan pekerjaan sipil lainnya. Pada pekerjaan teknik sipil tersebut, jika tidak disupportdengan data survei, maka akan menyulitkan kegiatan design, perencanaan dan pekerjaan konstruksi.
Tujuan.
1.Mengetahui aplikasi ilmu ukur wilayah dalam penerapan alat untuk pekerjaandasar survey. 
2.Mengenal hal-hal tentang pemetaan dan survey. 
3.Mengenal Alat-alat Ukur wilayah dan aplikasinya
untuk teori lebih detailnya bisa dilihat di :

laporan by Ade Warastuti, SPd

Selasa, 15 November 2011

PRESENTASI LAPORAN HASIL PRAKERIN SISWA KELAS XII TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMKN 3 TEGAL 2011


Presentasi laporan hasil PRAKERIN (Praktek Kerja Industri) siswa kelas XII Teknik Gambar Bangunan SMKN 3 Tegal diadakan dari tanggal 15 sampai 16 November 2011. Dengan tim penguji dari guru Teknik Gambar Bangunan SMKN 3 TEGAL .
Setelah melaksanakan PRAKERIN sejak 1 Juli sampai 27 Agustus 2011 silam siswa kelas XII Teknik Gambar Bangunan SMKN 3 Tegal membuat laporan. Laporan ini merupakan bukti tertulis bahwa siswa melaksanakan kegiatan PRAKERIN . Fungsi laporan juga sangat penting untuk mendorong seorang siswa memahami jenis, format dan sistematika penulisan laporan, yang ditunjang penguasaan  tatabahasa, teknik penulisan teks, penyajian statistis dan presentasi lisan.
Tim pengajar Teknik Gambar Bangunan SMKN 3 TEGAL memutuskan  untuk mewajibkan siswa melakukan Presentasi lisan dari hasil PRAKERIN karena kegiatan ini  memungkinkan siswa bisa mengkomunikasikan hasil pengalamannya dengan jelas,komunikatif, informatif dan menarik.
Dengan pertimbangan ketrampilan melakukan presentasi adalah salah satu modal untuk berhasil dalam bekerja. Tidak jarang keberhasilan suatu pekerjaan didunia Properti dan Konstruksi ditentukan oleh keberhasilan melakukan presentasi.
Dalam presentasi ini siswa diharap dapat mempresentasikan pengalamannya saat ditempat PRAKERIN yang mencakup tinjauan tentang perusahaan, dan kegiatan-kegiatan praktek yang berhubungan langsung dengan teknologi gambar konstruksi bangunan.
Semoga dengan kegiatan ini SMKN 3 bisa  menghasilkan tenaga kerja kompetensi Gambar Bangunan yang berkualitas, yaitu tenaga kerja yang memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan, etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan pekerjaan.aamiin.
laporan by ADE WARASTUTI, SPd.

Rabu, 09 November 2011

CARA MEMBUAT MAKET

Maket rumah digunakan untuk mempresentasikan rancangan final, ditujukan bagi 'klien' (semasa sekolah kliennya tentu saja gurunya). Maket ini dibuat sebagus mungkin karena tujuannya untuk menarik hati klien .

Membuat maket rumah
untuk presentasi yang bagus sebetulnya tidak perlu mahal. Dengan bahan-bahan sederhana seperti karton, kertas warna, busa, plastik mika, pasir, serbuk gergaji, dapat menghasilkan maket
yang menarik.

Bahan-bahan yang sering digunakan untuk maket misalnya :

Alas maket
: karton, styrofoam, chip board,
matras, tripleks.
Permukaannya bisa cukup dilapisi kertas, atau jika ingin efek khusus bisa dibuat dengan teknik-teknik tertentu. Lahan berumput dibuat dengan melapisi permukaannya dengan serbuk gergaji halus kemudian disemprot dengan cat hijau. Perairan seperti danau atau kolam dapat dibuat dengan kertas biru yang dilapisi plastik, di antara keduanya bisa ditaburi gula untuk efek kilauan air.

Bangunan (berbagai bagiannya) : karton, mounting board, kayu balsa, corrugated paper, plastik, dan lain-lain.

Lansekap
(pohon, rumput dll) : karton,busa, tusuk gigi, korek api, jarum pentul, serbuk gergaji, dll.
Dan masih banyak lagi jika harus disebutkan satu persatu. Apalagi bagi siswa yang kondisi keuangannya masih terbatas , dituntut untuk kreatif menggunakan bahan-bahan  murah dan sederhana.



Proses pembuatan
Sebelum membuat denah perlu direncanakan skala yang akan dipakai. Untuk mengirit bahan bisa menggunakan 1:10 atau 1: 20.
1. ALAS MAKET (LANSEKAP)
Pembuatan maket biasanya diawali dengan pembuatan lansekap. Dalam hal ini kita bahas lansekap tak berkontur,karena digunakan untuk proyek pada lahan yang datar.
Dalam pembuatannya kita memotong karton seluas ukuran yang sudah ditentukan untuk alas maket.Luas lansekap disini kita buat dari Luas bangunan + luas tanah dan bisa juga ditambah  luas tanah sekeliling dan untuk jalan didepan rumah. Saat maket selesai dan dipasang di lansekap bisa ditambahi assesoris lain seperti rumput,pohon,sungai dll.
2.. LANTAI
Lantai merupakan dasar bangunan maket. Dibuat sesuai kebutuhan berapa lantai rumah yang akan dibuat. Jika terdapat beberapa lantai (rumah bertingkat) kita harus membuatnya berbeda bentuk dan ukuran sesuai denah walaupun tidak nampak dari luar.
3. DINDING
Dalam pembuatan dinding,kita harus mengikuti bentuk lantai yang telah kita buat,walaupun nanti akan ada beberapa tambahan bentuk yang terdapat pada sisi dinding tersebut.
Yang perlu diingat karena pada dinding terdapat pintu,jendela dan ventilasi,maka kita perlu memotong dan melubangi karton untuk hal tersebut.
Saat pemotongan karton harus benar-benar presisi pada tiap-tiap sisi agar menghasilkan dinding yang tegak lurus. sealnjutnya adalah menempelkan sisi potongan dinding pada denah atau lantai yang telah dibuat.
Untuk membuat dinding yang berbebtuk lengkung bisa menggunakan alternatif lain misalnya pipa,botol plastik,bambu atau apa saja yang memiliki skala dan bentuk yang benar benar skalatis.
4.ATAP.
Atap merupakan bagian tersulit pembuatannya. Karena kita harus mengukur kemiringannya. Jika tidak tepat kemiringannya maka bentuk atap tidak akan cocok saat  dipasangkan pada dinding yang telah dibuat.
Pembuatan atap disesuaikan dengan perencanaan atap yang sudah ditentukan sebelumnya disebabkan ada perbedaan gaya dan model atap yang digunakan misalnya atap limasan,kerucut dan kubah (dome).
5.PEWARNAAN
Tahap pewarnaan memerlukan ketelitian dan kerapian.
- Pewarnaan jendela ,pintu dan ventilasi sebaiknya dirangkai  didinding sebelum dinding dirangkai dilantai.
Pengecatan pintu, jendela dan ventilasi bisa menggunakan cat, skotlet atau mengeprint foto kayu.
- Untuk dinding bisa digunakan cat,kertas berwarna , skotlet, stiker, mengeprint pola  dan ornamen sesuai dengan gambar yang diambil dari foto asli. dan dilakukan sebelum dinding dirangkai dilantai.
Untuk pengecatan bisa digunakan cat semprot agar terlihat rata.
- Untuk atap bisa menggunakan karton yang diambil lapisan dalamnya, sendok kayu es krim yang dipotong potong skalatis, ijuk, atau yang lainnya sesuai bentuk atap dengan tetap mengingat ukuran yang sesuai skala.
Setelah semua sudah di diwarna semua bagian terluar dilapisi stiker bening agar terlindung dari air dan cuaca sehingga awet.
6.PEMASANGAN
Tahap akhir dari semua proses pembuatan maket adalah pemasangan semua materi yang sudah dibuat, yang meliputi pemasangan maket rumah pada lansekap,pemasangan assesoris pada lansekap dan pemasangan unit maket pada dudukan dan  kaca pengaman pada dudukan.

PENYUSUN : ADE WARASTUTI,SPd


DAFTAR PUSTAKA :
- TEKNIK SINGKAT MEMBUAT MAKET (Nc.MADJID)